Sejarah Desa

Dieng adalah sebuah desa di kecamatan kejajar, Kabupaten Wonosobo, Provinsi Jawa Tengah. Desa Dieng berjarak sekitar 9 km dari ibu kota kecamatan atau 26 Km dari ibu kota Kabupaten Wonosobo. Desa ini terbagi menjadi 8 RT, 2 RW dan 2 Dusun (Dusun Dieng dan Dusun Kalilembu). Seluruh wilayah desa ini berada di Kawasan Dataran Tinggi Dieng dengan jumlah penduduk pada tahun 2015 sebanyak 2.236 jiwa.

Sejarah Desa Dieng

Nama Dieng berasal dari bahasa sansekerta Die Hieyang (Edi dan Aeng) yang berarti indah dan langka. Dieng yang berasal dari dua suka kata, “Die” dan “Hyang”, dimana “Di” dimaknakan sebagai ardhi, redi, wukir, arga, dan lain-lain yang artinya gunung atau tempat tinggi, yang puncak, yang ultimate, yang misterius, yang transanden, yang sempurna, yang adi kodrati, yang abstark dan eksternal, dan meta di luar makna-makna “yang nyata”, natural, reality (yang ergelar/di gelar) dan lain-lain. Di luar itu juga “Di” juga di anggap di luar dari konteks “hadi”, “adi” yang di maknai sebagai “yang cantik”, indah, molek, dan mempesonakan, Dan “Hyang” adalah sebuah kata sandang yang biasanya di pakai untuk penyebutan yang gaib (nominousum) dewa-dewa atau yang diyakini sebagai dewa, Ruh leluhur, Tuhan atau suatu yang diyakini sebagai Tuhan atau makhluk-makhluk ilahiyah lainya. Sementara “Hayang”, juga di makanai sebagai tempat dari makhluk-makhluk ilahiah tersebut, yang kemudian di identifikasi sebagai “Kahyangan, nirwana, atau surga”. Yakni dewa-dewi , Tuhan atau makhluk-makhluk pada umumnya. Sehingga Dieng dikenal sebagai tempat bersemayamnya para Dewa dan ada juga yang menjuluki negeri diatas awan. Begitu banyak sebutan untuk Dieng ini karena keelokan, Keindahannya dan Keunikannya.

Batas Wilayah

Batas wilayah desa Dieng adalah sebagai berikut:
Sebelah Utara : Kabupaten Batang
Sebelah Selatan : Desa Sikunang
Sebelah Barat : Kabupaten Banjarnegara
Sebelah Timur : Desa Patakbanteng